Kotak Buat Nyari-Nyari:

Showing posts with label clock. Show all posts
Showing posts with label clock. Show all posts

Sunday, February 15, 2009

REVIEW Intel Core 2 Quad Q9550

Review..review..

Review pertama di gamexeon neh!! Sblomx prnah ngereview procie Core 2 Duo E8200 di My Own Brain @ My Own Site!

Langsung 2 d point aja deh, kali ini q ngereview processor yg ud kluar lumayan lama tp bisa dibilang msh tergolong baru juga, INTEL CORE 2 QUAD Q9550!
































KLIK DISINI BUAT LIAT LANJUTANNYA...

Performa Windows Vista SP1 vs XP SP3 dengan 3DMark Benchmark

nih ad perbandingan hsil score 3dmark05 n 3dmark06 antara OS windows XP SP3 ama vista SP1...

rig system yg dipake sma persis,ga ad perbedaan hardware sdkitpun,
tp ad juga sih bda konfigurasinya dkit (detil liat dibawah)

XP SP3 RIG:
- core 2 quad Q9550 @ 3,06GHz default VCore
- RAM team Xtreem Dark 2x1GB DDR2 @ 900MHz 4-4-4-12
- VGA Zotac 9800GT AMP! @ 700MHz / 2000MHz
- HD seagate 320GB SATA2

trus RIG yg buat di OS Vista SP1: (cuma bda d clock speed procie n RAM)
- core 2 quad Q9550 @ 3,20GHz default VCore
- RAM team Xtreem Dark 2x1GB DDR2 @ 943MHz 4-4-4-12
- VGA Zotac 9800GT AMP! @ 700MHz / 2000MHz
- HD seagate 320GB SATA2

nih hsil benchmarknya...


3DMark05 v1.3 Windows XP SP3:






































KLIK DISINI BUAT LIAT LANJUTANNYA...

Tuesday, August 26, 2008

Faktor-Faktor Utama Dalam Memilih VGA (Graphic Adapter)


Berikut ini saya akan menjelaskan beberapa faktor utama yang signifikan dalam menentukan performa dan kinerja sebuah VGA card, dan telah disortir berdasar faktor yang paling penting terlebih dahulu! Penjelasan disini merupakan yang se-simpel-simpelnya, so spesifikasi2 yang bersifat sangat teknis tidak dijelaskan disini. Ntar malah bingung bikin kesimpulannya…

1. Core clock dan Memory clock.

Yap, ini adalah faktor yang sangat signifikan dan relevan sebagai bahan pertimbangan utama dalam memilih sebuah VGA yang cocok buat kebutuhan kita, karena 2 komponen ini adalah komponen utama pembangun sebuah Graphics Processing System alias VGA. Bagi sebagian orang yang awam terhadap VGA dan teknologi2nya, mungkin istilah ini merupakan istilah yang baru.

Core clock adalah kecepatan GPU (Graphics Processing Unit) satuannya sama dengan kecepatan CPU/processor, yaitu MHz/GHz. Setiap VGA memiliki chip GPU sebgai pemroses grafis/image renderer, dimana semaikn cepat GPU-nya maka semakin baik pula performa VGA tersebut.

Sedangkan Memory clock adalah kecepatan chip memory yang tertanam pada VGA tersebut. Hal ini serupa dengan memory PC/laptop yang sering kita beli di pasaran, ada memory DDR dengan kecepatan 400MHz dan kapasitas 512MB, ada juga memory DDR2 dengan kecepatan 800MHz. Nah, begitu juga dengan memory pada VGA, ada yang DDR2 1000MHz dan bahkan kini sudah mencapai memory jenis GDDR5 (Graphics Double Data Rate) dengan kecepatan lebih dari 3000MHz!

2. Memory interface.

Tentu kita tidak bisa memandang performa VGA dengan sebelah mata saja! Setelah faktor diatas, harus didukung juga faktor yang ini! Yaitu Memory interface, hal ini menentukan bandwidth (berpengaruh pada kecepatan pengolahan dan tranksaksi data) memory yang telah disebut di atas.

Sebagai contoh, kita ambil lagi perumpamaan memory PC yang sering kita pakai. Sejak beberapa tahun lalu telah marak penggunaan memory dengan mode dual channel (pakai 2 keping memory). Lalu apa tujuannya?? Lagi-lagi bandwith menjadi alasan utamanya! Memory yang dikonfigurasi dengan single channel memiliki bandwidth ‘hanya’ 64 bit, namun dengan dual channel bandwidth dapat dilipat gandakan sampai menjadi 128 bit yang artinya, secara teori kecepatan memory tersebut dapat ditingkatkan sampai 2x lipat walaupun spesifikasi memory yang digunakan sama.

Ciri-ciri VGA kelas high end biasanya adalah memiliki memory interface 512 bit keatas, ini artinya, dengan clock memory yang sama (misal 2000MHz) VGA dengan memory interface 512 bit secara teori kecepatan memory-nya bisa 2x lipat lebih cepat daripada yang menggunakan memory inerface 256 bit.

3. Memory size.

Nah, jangan heran kalau yang ini saya tempatkan di urutan ke-3. Mudah-mudahan juga tulisan ini bisa merubah kebiasaan orang yang selalu bertanya “memory VGAmu berapa?” untuk menentukan performa suatu VGA.

Karena dengan memory VGA 1GB-pun namun dengan Core dan Memory clock yang hanya 400MHz & 800MHz, serta memory interface-nya hanya 64 bit maka VGA tersebut tetap saja tidak layak disebut VGA yang bagus dan bertenaga buat gaming!

Lagipula varian ukuran memory juga tidak terlalu beragam, paling-paling hanya berkisar antara 256MB, 512MB, 768MB, dan 1GB (128MB sudah mulai ditinggalkan). Dan pasti apabila kita sudah menentukan pilihan dengan 2 faktor di atas terlebih dahulu, ukuran besarnya memory juga sesuai dengan spesifikasi 2 faktor di atas tadi, sehingga kita akan terlalu dipusingkan dengan besarnya memory.

Kalau tidak percaya, coba saja cari VGA high end dengan Core & Memory clock 800MHz & 2300MHz serta interface memory-nya yang 512 bit namun dengan ukuran memory yang hanya 128MB… Dijamin tidak akan ada deh! Dengan konfigurasi seperti itu, paling tidak VGA tersebut dibekali memory 256MB (ini-pun mungkin jarang), biasanya sudah berbekal memory 512MB sampai 1GB.

Sebenarnya masih banyak lagi embel-embel yang menentukan performa suatu VGA, apalagi VGA sekarang yang telah support DirectX 10, ada stream processor, shader clock, dll deh… Namun dengan 3 faktor di atas, kita sudah dapat dengan mudah memilih VGA yang sesuai dengan keinginan kita dan tidak akan kecewa setelah terlanjur membeli!! It’s Time 2 Play, It’s Meant To Be Played…

Sunday, July 6, 2008

Ayo Mencoba Performa Intel Core 2 Duo E8200

Di tulisan pertama ini, saya mencoba memberikan informasi dan review tentang proc yang masih hangat-hangatnya dari Intel. Yaitu, Intel Core 2 Duo E8200 2,66GHz (harga kisaran $175 - $185). Semoga bermanfaat guys!

Kiri: Core 2 Duo E7200. Kanan: Core 2 Duo E8200. Fabrikasi 45nm!

Sejak Core 2 Duo seri E7xxx intel sudah merubah tren fabrikasi proc-nya menjadi 45nm yang diklaim bakal mampu menghemat lebih banyak daya namun tetap powerful karena bisa ditanam lebih banyak L2 cache (hingga 6MB sahred pada E8xxx)! Dan juga tidak ketinggalan salah satu karakteristik Core 2 Duo, yaitu “ADEEMMM...” meskipun E8xxx ini masih ‘sedikit’ lebih hangat beberapa derajat daripada Core 2 Duo seri2 sebelumnya, hal ini wajar dikarenakan penanaman transistor yang jauh lebih banyak dan penggunaan clock speed yang lebih tinggi (clock speed paling rendah E8xxx adalah 2,66GHz pada E8200, bandingkan dengan E6xxx yang 1,86GHz pada E6300).

Sekilas, tampak tidak ada perbedaan antara Core 2 Duo E7200 dan Core 2 Duo E8200, padahal, emang tidak ada perbedaan fisik yang perlu ditelaah lebih lanjut! Hihihi…ya jelas aja tidak ada perbedaan, karena kedua proc ini masih menggunakan package standar intel LGA 775. Kalaupun ingin cari perbedaan fisik, bandingkan aja dengan proc pentium 4 lama yang masih pakai package socket 478. Hehehehe…

My Old n New Processor! (Left: Intel Pentium D 820, Right: Intel Core 2 Duo E8200)

Intel juga semakin memanjakan para gamer dengan proc E8200 barunya ini, saya merasakan peningkatan performa gaming yang sangat signifikan dan sangat terasa sekali daripada proc yang saya gunakan sebelumnya (Pentium D 820 2,8GHz). Padahal saya tetap menggunakan VGA yang sama! Peningkatan fps yang cukup tajam terjadi di semua game yang saya coba mainkan, antara lain: Assassins’s Creed (using DirectX 10), Call of Duty 4 Modern Warfare, Pro Evolution Soccer 2008 (using shader model 3.0), NFS Most Wanted (momok game balapan era lama,hehehehe...), dan ga juga ketinggalan solitaire dari windows! Hehehehehehehehe...

Spesifikasi Teknis Core 2 Duo E8200, dengan CPUz v1.46

Coba aja liat di data set instruction-nya, banyak banget fitur-fitur yang mendukung pemrosesan multimedia! Dan set instruction yang juga baru yaitu SSE 4.1…

Proc ini juga telah menerapkan tren internal clock 333MHz (FSB 1333MHz) yang bakal meningkatkan kinerja overall dari system, dipadu dengan multiplier 8x yang unlocked dan bisa dirubah dalam kisaran 6x, 7x, dan 8x (semakin kecil multiplier, semakin stabil proc) sehingga kita bisa lebih leluasa melakukan overclocking proc ini!

Dan jangan kaget karena liat Vcore yang cuma 1,18V, ini bukan PSU saya yang ga stabil lho ya! ^^, tapi emang default Vcore yang ditetapkan Intel ya segitu! Justru pada box tertera “1,25V Max”, hal ini sudah tidak asing bagi keluarga besar arsitektur proc Core 2, berbeda dengan proc Pentium D kebawah yang Vcore-nya sampai 1,4V Max (default 1,3V) dan hal ini merupakan faktor urgent yang menentukan hot atau tidaknya suatu proc!

Perbandingan Spesifikasi Teknis Beberapa Proc dari Keluarga Core 2 Duo

Perbandingan Spesifikasi per Codename Proc.

Dari beberapa tabel perbandingan di atas, terlihat jelas peningkatan dan penambahan fitur pada proc E8xxx dibandingkan seri proc Core 2 Duo sebelumnya. Intel juga telah melakukan perubahan algoritma unit penghitungannya menjadi lebih baik pada proc E8xxx yang dapat meningkatkan performa ALU-nya.

BENCHMARKING ROOM

Software benchmark yang saya gunakan:

· SiSoftware Sandra Lite XII.SP2c (v 14.24)

· Everest 4.20.1170 Final Ultimate Edition

· 3DMark05 patch 1.20

· 3DMark06 patch 1.02

· 3DMark Vantage 1.01

Platform PC yang saya gunakan:

· Proc Intel Core 2 Duo E8200 2,66GHz (333 x 8) FSB 1333MHz

· Mainboard Asus P5B-E chipset Intel P965, BIOS 1802

· Memory 2 x Kingston 1GB DDR2 667Mhz @835MHz (OC nanggung, hehehe…) timing 5-5-5-15

· VGA DigitalAlliance nVidia GeForce 8600GTS (675MHz, 2000MHz) driver ForceWare 175.19

· Harddisk Seagate Barracuda 320GB SATA2

· PSU AcBell Premium 550W

· OS Windows Vista Ultimate SP1, activated (OS ini bikin penurunan overall performa system 20% sampai 25% dibandingkan Windows XP!, nilai benchmark mungkin akan lebih rendah)

· DirectX 10

· Partisi dengan complete defragmented

· Windows Firewall ON, Windows Defender ON, AVG 7.5.523 ON, Windows Aero ON

· Suhu ruangan stabil 27°C – 28°C (merupakan faktor yang sedikit berpengaruh terhadap performa system)

Saya juga akan menyertakan tabel-tabel benchmark referensi dari sumber lain yang konfigurasi platform PC-nya berbeda, so don’t compare it with my own benchmark result please!

SiSoftware Sandra Lite XII.SP2c (v 14.24)

Processor Arithmetic: (Proc lain dari reference SiSoft Sandra)

Processor Multi-Media: (Proc lain dari reference SiSoft Sandra)

Everest 4.20.1170 Final Ultimate Edition (Proc lain dari reference Everest)

3DMark05 Patch 1.20



Menggunakan setting default, langsung “run 3DMark”. Disini bisa dilihat score dari CPU yang sangat tinggi, bahkan score ini lebih tinggi daripada proc Intel Core 2 Duo E6750 yang merupakan penerus dari E6700, dimana E6750 memiliki bus dan L2 cache yang lebih tinggi daripada E6700 (333MHz vs. 266MHz, dan 4MB vs. 2MB). Tapi mohon maaf yang sebesar-besarnya saya tidak dapat menampilkan score E6750 secara langsung dengan platform PC yang saya gunakan karena saya tidak dapat sample produknya (bahkan E8200 yang saya pakai ini hasil modal sendiri L). Namun tetap akan saya tampilkan perbandingannya (di halaman bawah) yang saya kutip dari sumber lain.



3DMark06 Patch 1.02

3DMark Vantage Patch 1.01

Sama halnya dengan hasil benchmark 3DMark sebelum-sebelumnya, pada 3DMark vantage yang dirancang khusus OS Windows Vista ini, proc E8200 mampu memberikan score tinggi dan sangat memuaskan bagi kalangan gamer tentunya! Dengan setting benchmark default, Core 2 Duo E8200 mampu meraih score hingga 6000an.

Dan dari beberapa score gaming dengan 3DMark di atas, saya dapat menyimpulkan secara sepihak bahwa konfigurasi dan platform PC yang saya gunakan ternyata menjadi bottleneck pada VGA-nya. Akan sangat disayangkan apabila gamer memadukan Core 2 Duo ini dengan GeForce 8600GTS untuk platform yang dirancang sebagai PC Gaming. Sebenarnya performa gaming dari Core 2 Duo E8200 masih bisa di-explore lebih jauh apabila dipadukan dengan VGA card yang seimbang, dan rekomendasi saya untuk VGA yang digunakan untuk disandingkan dengan proc ini adalah VGA sekelas GeForce 8800GTS ke atas atau ATI sekelas 3870 ke atas. Sangat disayangkan kan, apabila proc yang seharusnya bisa berlari lebih cepat dalam pemrosesan gaming-nya tapi justru ‘terpaksa’ lari lebih pelan mengikuti “bos”-nya (dalam hal ini adalah VGA), dan alangkah baiknya apabila proc dan VGA berlari berdampingan dengan sangat cepatnya tanpa harus ada yang “mengurangi KEMAMPUAN BERLARINYA”.

Namun apabila platform PC tersebut sengaja tidak digunakan untuk Enthusiast Gaming, dan menjadikan GeForce 8600GTS tersebut “hanya” sebagai pelengkap system, maka konfigurasi seperti itu sudah sangat lebih dari cukup! Tergantung bagaimana anda menyikapinya…

Reference Benchmark Room

www.tomshardware.com

www.tomshardware.com

www.tomshardware.com

www.hardspell.com

Conclusion Room

Tiba saatnya untuk menyimpulkan berdasarkan data-data di atas, apakah Core 2 Duo E8200 adalah proc yang layak pakai. Tentu saja untuk menyimpulkan kelayakan tersebut, tidak hanya dilihat dari performanya saja, melainkan juga dari harganya! Disini saya akan mempertimbankan juga perbandingan harga dan performa yang paling baik.

Dari hasil benchmark, E8200 ($175 - $185) merupakan proc baru yang cukup tangguh dan bahkan bisa melampaui performa dari E6750 ($195 - $205) yang merupakan penerus/pengganti proc E6700 yang sudah langka di pasaran. Perbedaan E8200 dan E6750 secara teknis hanyalah pada proses fabrikasi dan jumlah L2 cache, E8200 sudah mengadaptasi teknologi 45nm sedangkan E6750 masih menggunakan fabrikasi yang sama dengan generasi pertama Core 2 Duo (codename: conroe) yaitu 65nm. Pada L2 cache, E8200 juga lebih besar daripada E6750 yang masih 4MB (E8200 sudah 6MB). Nah sampai sini, tentu kita sudah bisa menentukan pilihan apabila dihadapkan dengan kedua proc ini!

Perhatikan, E6750 yang lebih mahal ternyata justru lebih “kuno” dan “ketinggalan” dengan teknologi E8200

Lalu bagaimana apabila E8200 dibanding dengan E8400 dan E6850 (kedua proc ini juga hampir sama dan identik). Secara performa, sudah jelas E8400 ($200 - $210) lebih baik daripada E8200! Bahkan E8400 juga mampu melangkahi E6850, dan asal tahu saja, harga Core 2 Duo E6850 di pasaran rata-rata masih DI ATAS $275 padahal teknologi dan performanya masih di bawah E8400! Sampai sini, jelas saja E6850 langsung kita singkirkan dari pilihan tanpa pikir panjang lagi.

Teknologi kuno yang masih saja MAHAL!

Sekarang kita tinggal dihadapkan kepada 2 pilihan proc, yaitu E8200 ($175 - $185) atau E8400 ($200 - $210)?? Perlu diketahui, clock speed kedua proc ini terpaut cukup jauh namun harganya tidak terpaut jauh kan? Hanya berbeda $20, dalam rupiah “hanya” berbeda 180ribuan! Mengapa saya bilang clock speed-nya terpaut cukup jauh? Coba lihat lagi tabel di bawah:

Lihat antara E8400 dan E8500, dengan perbedaan clock speed (hanya clock speed yang dibandingkan, karena tidak ada perbedaan lainnya antara 2 proc ini) yang sangat tipis seperti itu (hanya beberapa MHz) peningkatan performa tidak akan terlalu berasa! Bahkan bisa dibilang hampir TIDAK ADA! Namun intel mematok harga yang kurang logis dan rasional untuk E8500 itu, di pasaran kini harga E8500 bisa sampai $300 lebih! Masa mau sih, ngeluarin duit 3jt untuk proc yang performa-nya sama kaya proc yang harganya Cuma 1,9jt??

So apa salahnya kan, nabung dikit lagi untuk beli E8400 daripada E8200. Ingat, selisih clock speed-nya lumayan jauh! Bayangin, cuma beda 180ribuan aja lho. Daripada menyesal di kemudian hari, hehehehehe…

Dan akhirnya, saya memberikan perbandingan layak beli:

- 60% untuk Intel Core 2 Duo E8400 (3GHz, 6MB L2 cache, FSB 1333MHz, 45nm)

- 39% untuk Intel Core 2 Duo E8200 (2,66GHz, 6MB L2 cache, FSB 1333MHz, 45nm)

- 1% untuk processor2 lainnya yang masuk dalam review saya kali ini!

Thanks 4 u all…

Semoga bermanfaat!